Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pembuat Kapal Ikan Jakarta Kekurangan Kayu

Industri kapal ikan nelayan buatan Jakarta selama ini memang dikenal karena mutunya dapat diandalkan. Selain dibuat dari bahan kayu pilihan, para pengrajin mengerjakannya dengan penuh ketelatenan. Tak heran, jika pelanggan kapal kayu Jakarta berasal dari berbagai daerah di Jawa, Kalimantan, Tangerang, Cilegon, Serang Pandeglang, Sulawesi dan kawasan Sumatra. Ironisnya, saat volume pemesanan tengah meningkat, ketersediaan bahan baku kayu semakin sulit diperoleh. Dan jika ada, harga yang dipatok pun sangat tinggi.  Dalam kasur lain seperti Nelayan di Kabupaten Kendal yang menjual hasil tangkapannya ke tempat pelelangan ikan (TPI) hanya mencapai 30 persen. Sedangkan 70 persen sisanya lebih memilih ke tengkulak dengan sistem ijon. Ijon adalah sistem yang biasa digunakan oleh nelayan untuk mencari modal dengan cara mengutang kepada para tengkulak. Mereka akan membayar dengan menjual ikan hasil tangkapannya itu kepada tengkulak tersebut. Sehingga, nelayan kebanyakan tidak menjual ke TPI.

Jaminan mutu yang disodorkan para pengrajin Jakarta ini memang tak main-main. Kapal-kapal kayu yang dikerjakan dengan bersama seluruh anggota keluarga ini menggunakan kayu-kayu kualitas nomor satu dan tahan air. Misalnya saja kayu meranti untuk dinding dan kayu bungor untuk gading-gading.  Kapal-kapal yang yang dibuat di Tangjung Priuk Jakarta Utara, ukurannya memang tidak begitu besar. Rata-rata ukuran kapal berkisar antara 17 meter dengan lebar badan lima meter untuk bobot 15 ton. Menurut pengrajin, kapal seukuran ini biasanya mampu diselesaikan dalam kurun waktu 2 bulan. Namun jika ukuran permintaan kapal lebih kecil, tentu bisa lebih cepat dikerjakan.

Dengan sulitnya perolehan bahan baku, satu kelompok pengrajin kini hanya mampu menghasilkan sebuah kapal dalam waktu enam bulan. Padahal, sebagai sebuah usaha keluarga, pembuatan kapal kayu ini tentu saja menjadi sumber nafkah utama bagin para pengrajin. Menurut pembuat kapal ikan Toni, keuntungan yang diperoleh dari sebuah kapal biasanya berkisar sebesar Rp 3 juta. Sementara harga sebuah kapal rata-rata dipatok Rp 8 juta rupiah. Namun, lantaran ingin menjaga mutu hasil produksinya, hingga sejauh ini para pengrajin belum berani mencari bahan baku alternatif. Susi mengungkapkan, hasil tangkapan atau omzet kapal berukuran 60 GT – 70 GT bisa mencapai Rp 6 miliar per tahun, dengan asumsi empat kali berlayar. Kapal-kapal ukuran ini banyak ditemukan di Cirebon, Indramayu, dan sekitarnya. Susi menyampaikan, PHP yang dikenakan untuk kapal di atas 30 GT dimaksudkan agar lebih banyak pelaku usaha perikanan yang berkontribusi kepada negara. Selama ini pelaku yang banyak memberikan sumbangan terhadap penerimaan negara adalah yang kapalnya berukuran di atas 300 GT.

Kawasan pesisir pantura Jawa Timur seperti di Kabupaten Lamongan dan Tuban dikenal sebagai tempat industri perahu tradisional. Lamongan, tepatnya Kecamatan Paciran dan Brondong, merupakan sentral pembuatan perahu kayu, sedangkan di Tuban tepatnya di Kecamatan Palang, Bancar, Tambakboyo, Jenu, dan Tuban. Saat saya mengunjungi galangan kecil di Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, dua pekan lalu, di sepanjang pantai sedikitnya ada tujuh tempat yang digunakan sebagai bengkel sekaligus galangan kapal tradisional.  Para pembuat kapal di kawasan itu mampu membuat kapal dengan kapasitas angkut 20 ton per unit. Banyak pengusaha yang bergerak di sektor perikanan laut memesan kapal dari perajin di Kandangsemangkon. Mulai nelayan setempat hingga pengusaha angkutan laut dari berbagai daerah memesan, di antaranya dari Tuban, Gresik, Rembang, Lasem, Jakarta, dan beberapa kawasan di luar Pulau Jawa. Tradisi membuat perahu di sepanjang pesisir pantura Jatim itu telah menyebar ke pelbagai tempat sejak berabad-abad silam.

Pembuatan kapal kayu beralih menggunakan bahan fiberglass yang harga lebih murah

Tidak ada yang tahu pasti mengenai suhu udara di laut. Suhu udara di laut dapat berubah secara drastis dari panas menjadi dingin dan sebaliknya. Hal ini dapat menyebabkan keropos pada bahan-bahan lembek seperti plastik. Hal ini tidak akan terjadi ketika anda menggunakan bahan fiberglass. Kapal nelayan fiberglass yang menggunakan bahan dasar fiberglass dapat bertahan pada suhu panas maupun dingin. Pergantian suhu secara tiba-tiba tidak akan menyebabkan kapal nelayan menjadi keropos. Sifat bahan ini yang tahan lama akan dapat membuatnya bertahan pada suhu tidak menentu yang dapat anda temui di laut. Kapal berbahan fiberglass memiliki peran penting di dalam menunjang transportasi laut  nasional khususnya di wilayah pantai. Kapal jenis ini juga memiliki beberapa keunggulan teknis dan ekonomis, sehingga kebutuhannya terus meningkat. Namun demikian, kekuatan konstruksi lambung kapal fiberglass sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di laut

Banyak keunggulan dan juga keuntungan yang dapat diperoleh apabila sebuah kapal fiberglass dibuat dengan memakai teknologi baru yang disebut dengan vacuum infusion ini. Keuntungan dan kelebihan tersebut yaitu, kapal lebih ringan, mempunyai ketahanan tiga kali lipat lebih kuat. Apabila dibandingkan dengan perahu yang dibuat dengan teknik hand lay up. Tak hanya itu, perawatan kapal yang dibuat dengan teknik vacuum infusion juga lebih mudah. Kapal yang dibuat dengan menggunakn teknologi vacuum infusion memang akan memiliki harga lebih mahal. Karena anggaran biaya pembuatan kapal tersebut naik kurang lebih 15 sampai dengan 20 %. Namun, kenaikan biaya tersebut tidak begitu signifikan jika dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh.

Scroll to Top