Kapal Penangkap Ikan

Jakarta pabrik cahaya fiberglass Tangerang pusat pembuatan dan jual kapal cepat speedboat, kapal penangkap ikan fiberglass, kapal buat mancing. Ketekunan dan keuletan merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seseorang untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Jika semua usaha itu telah dilakukan, tentu takkan pernah ada kata putus asa, tetap bekerja dan bekerja, hingga sukses dapat diraih dan kesuksesan yang impikan akhirnya terwujud. Itulah mungkin yang mendasari Azis Syalim Syabibie, seorang putra kepulauan yang berkutat dengan usaha pembuatan perahu. Mulai dari perahu kayu kecil untuk memancing, perahu besar untuk nelayan, perahu angkutan antara pulau, hingga sukses  membuat kapal nelayan dari fiber pesanan Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP) RI. Sudah banyak jalan hidup yang saya lalui. Mulai saya pernah menjadi TKI, jadi pembuat perahu klotok atau perahu jukong, lalu bisa buat kapal kayu, hingga akhirnya saya mencoba membuat kapal dengan fiber,” kata Azis, asal Pulau Kangean, Sumenep ini kepada  Kapal yang hanya menyumbang Rp 8 ribu pada negara tersebut, lanjut Susi bisa membawa ribuan GT hasil laut Indonesia, untuk kemudian dijual ke negara lain seperti ke Thailand, Taiwan, dan China. Dengan di berlakukan morotarium kapal eks asing , industri perikanan tuna indonesia kini dalam kemunduran. Banyak Kapal kapal yang tersandar di dermaga karena SIUP dan SIPI tentang penangkap ikan belum di perpanjang. Memahami tujuan dari kebijakan pelarangan kapal eks asing adalah untuk mendorong galangan kapal di dalam negeri. Namun, sampai saat ini galangan kapal di dalam negeri belum juga berkembang. Jangankan membuat kapal penangkap tuna dengan ukuran 30 GT ke atas untuk memenuhi permintaan KKP saja yang berukuran 5 GT dan 1o GT dengan Bahan Fiber beberapa galangan di Indonesia sudah Pontang Panting.

Diceritakan, sekitar tahun 2000-an, Azis baru saja pulang dari menjadi TKI di Malaysia. Lalu kemudian mengumpulkan nelayan di daerah tempat tinggalnya di Pulau Kangean, membuat perahu kayu untuk kebutuhan mereka melaut mencari ikan. Karena selama ini warga setempat membeli dan memesan perahu dari daerah lain, seperti dari Sulawesi Selatan. “Sukses membuat perahu kecil atau yang dikenal dengan perahu jukong, lalu kami bersama teman-teman sesama mantan TKI yang pernah bekerja di Malaysia, membuat perahu yang lebih besar ukuran 10 sampai 20 Gt,” kisah Azis yang saat ini masih berumur 41 tahun kepada Surya .  Harga Kapal Penangkap Ikan Tuna – Kapal Penangkap Ikan Tuna terus berkurang Jumlahnya. Bukan karena Mahalnya harga pembuatan kapal Ikan tuna. Melainkan karena perkembangan industri perikanan tuna di indonesia telah menurun. Apalagi dengan adanya morotarium kapal kapal eks luar negeri menjadikan kapal kapal ikan tuna banyak yang tidak beroperasi. Kapal penangkap ikan tuna kebanyakan adalah kapal yang di beli dari luar negeri. Kapal kapal tersebut datang dari kapal penangkap dari jepang, korea dan taiwan. Untuk Jenis jenis Kapal Penangkapan Ikan Tuna biasanya adalah kapal kapal modern yang berbahan besi. Sedangkan untuk harga kapal ikan tuna buatan dalam negeri lebih mahal dari pada harga kapal bekas yang di impor.  Galangan kapal fiberglass Tangerang nanti akan kami bahas di bab berikutnya.

Dari karya-karya perahu kayu yang mulai laris terjual sejak tahun 2000an itu, lalu pada tahun 2005, pria beranak 5 ini sudah banyak terima pesanan pembuatan kapal kayu untuk kebutuhan pelayaran antar pulau di Sumenep. Azis pun banyak mempekerjakan nelayan dan tukang pembuat kapal daerah berbagai daerah.  “Yang banyak kami rekrut berasal dari Pulau Bajo Sulawesi Selatan tetapi ada beberapa pula diambilkan tenaga kerga daerah kerabat dan tetangga sekitar di Pulau Kangean,” lanjutnya.

elayan di kawasan pantai utara Kabupaten Kendal Jawa Tengah menangis. Pasalnya, harga ikan di pesisir Kendal turun drastis. Padahal, cuaca di laut sedang buruk dan tangkapan ikan sedikit. Biasanya saat kondisi seperti itu, harga ikan bisa naik dua kali lipat. Namun entah mengapa ternyata harga ikan saat ini justru turun meski kondisi di laut kurang menguntungkan bagi nelayan. Masroah salah satu pedagang ikan di Pasar Krumpyung sebelah tempat pelelangan ikan (TPI) Kelurahan Bandengan Kendal mengatakan, harga ikan laut dan ikan payau di Kendal banyak yang turun.  Tidak selamanya sukses membuat perahu dan kapal kayu berbuat sukses. Tetapi kerapkali juga nyaris gulung tikar ketika apa yang dirintis saat itu, sepi peminat. Karena masuknya kapal-kapal buatan daerah lain atau bahkan kapal dari luar negeri, seperti dari Hongkong dan Jepang dijual relatif lebih murah daripada perahu miliknya.Pernah saya meninggalkan profesi membuat perahu dan kapal, lalu pindah dan banting setir membuka toko stationery, dan membuka kedai makan. Namun itupun tak berlangsung lama, dan kembali gulung tikar,”kisahnya.

Hingga tahun 2008 lalu, ia pun kembali terusik pikirannya untuk membuka kembali galangan pembuat perahu dan kapal yang telah lama ia tinggalkan. Kembali membuat kapal kayu kembali dengan design yang lebih modern dan kapasitasnya lebih besar, yakni ukuran 40 sampai 50 Gt. Bahkan pada pertengahan tahun 2011 lalu, ia mencoba membuat kapal dengan menggunakan fiber, bekerjasama dengan beberapa ahli pembuat kapal dari fiber asal Sulawesi, Surabaya dan Banyuwangi. Hasilnya lumayan bagus, dan harga jualnya pun cukup menjanjikan. Alhamdulillah, antara modal dan hasil produksi dan nilai jualnya cukup menguntungkan,” tambah Azis.Galangan pembuat kapal dar fiber tidak lagi ditempatkan di kepulauan Kangean, tapi pindah ke daratan Sumenep tepatnya di Jalan dr Cipto Pojok, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep. idak mungkin ditempatkan di pulau karena pekerjanya kan dari kota-kota di Surabaya dan di beberapa kabupaten di Jawa Timur, Kawasan yang menjadi sasaran nelayan mencari ikan, tambahnya, berada di tengah laut yang menjadi rute atau jalur pelayaran kapal tanker Pertamina. Selain nelayan Pangandaran, sebagian nelayan dari Cilacap juga mencari ikan di lokasi tersebut. Lebih lanjut Masino mengaku saat datang ombak besar, tetap terbersit perasaan takut.Namun demikian, perasaan tersebut kalah dibandingkan dengan upaya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

Buahnya kerja tekunnya selama sekitar 15 tahun lalu itu, akhirnya pada awal tahun 2016 ini, mendapat pengakuan dan kepercayaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) mendapat tender membuat kapal dari fiber untuk nelayan. Tidak tanggung-tanggung, PT Madura Bangun Raya mendapat kepercayaan membuat 15 kapal fiber jenis U ukuran panjang 13,5 meter, lebar 2,8 meter dan tinggi 1,45 meter.  Di Madura ini, PT Madura Bangun Raya ini satu-satunya yang mendapat tender dari KKP membuat kapal. Dan dari 3000 kapal dari KKP yang akan diserahkan ke nelayan se Indonesia, Alhamdulillah, KKP pesan ke kami, awalnya 15 unit Pihaknya berharap, pada tahun-tahun berikutnya, galangan pembuat kapalnya juga terus dipercaya oleh Pemerintan Indonesia, untuk membuat berbagai jenis kapal yang dibutuhkan.  Baik untuk kepentingan nelayan maupun kapal untuk kebutuhan lain dari program pemerintah.

Kami mengambil dari banyak sumber:  Pusat pembuatan kapal dan perahu bahan fberglass terbesar di Indonesia. Bagi yang ingin pesan silahkan konfirimasi langsung, kami akan memberikan solusi terbaik untuk anda. Terimakasih. Salam sukses

Scroll to Top