Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Harga Kapal Ikan Asing Bekas Lebih Murah Dibanding Buatan Lokal

Harga kapal ikan fiberglass atau kapal mancing lebih murah di bandingkan sama buatan pabrik di Indonesia. Eks kapal-kapal asing di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, diverifikasi oleh tim Satuan Tugas (satgas) Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing serta tim analisis dan evaluasi (Anev) Kementerian Kelautan dan Perikanan. Verifikasi ini dilakukan guna mencegah penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Salah satu kapal yang turut diperiksa oleh Tim Anev di Pelabuhan Muara Baru yakni KM Kusuma Graha milik PT Tri Kusuma Graha. Usai diperiksa Satgas, Kepala Operasional KM Kusuma Graha Sidik mengatakan kapal tersebut sudah sesuai antara dokumen kapal dengan kondisi kapal. KM Kusuma Graha sendiri merupakan kapal pengangkut ikan buatan Jepang dengan ukuran 491 gross ton (GT). Kapal tersebut biasa digunakan untuk mengangkut ikan hasil tangkapan ikan dan udang di perairan Arafura yang dibawa ke Pelabuhan Muara Baru.

harga kapal ikan fibreglass


Sidik menjelaskan mengapa perusahaan tempatnya bekerja lebih suka membeli kapal bekas asing. Menurutnya kapal bekas asing lebih murah dan lebih canggih ketimbang pabrikan lokal. Saat membeli kapal itu, Sidik menyebut perusahaannya hanya merogoh kocek US$ 500 ribu.  “Pertama karena belum ada kapal buatan Indonesia yang memenuhi kebutuhan, terutama untuk refrigasi (mesin pendingin), dan pemilik juga melihat biaya. Beli ini lebih murah daripada beli baru. Sedangkan kalau kapal dalam negeri untuk biaya docking dengan mesin sudah hampir Rp 1 miliar. Hanya untuk docking, kalau untuk bangun saya kurang tahu berapa,” ujarnya.Sidik mengatakan, meskipun kapal ikan yang digunakannya buatan Jepang, namun dia mengaku perusahaannya membeli KM Kusuma dari perusahaan perikanan asal Spanyol. Meski bekas kapal berbendera asing, Sidik mengatakan kapal yang beroperasi sejak 2009 ini memiliki 15 ABK warga negara Indonesia yang bekerja di kapal tersebut

Sumber : www.cnnindonesia.com

Scroll to Top