Industri Galangan Kapal

Jakarta Indonesia, pabrik jual pembuatan speed boat penumpang kapal patroli di Tangerang. Industri galangan kapal nasional didorong untuk memanfaatkan tol laut yang telah dibangun oleh pemerintah sebagai sebuah peluang potensial guna meningkatkan kemampuan dan utilisasi, khususnya untuk pembangunan armada baru.   strategi korporasi dan bisnis diperlukan untuk membuat industri galangan kapal mempunyai daya saing yang berkelanjutan di Indonesia.  Selain itu, sektor industri maritim tidak hanya mampu mendongkrak aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara melalui penguatan konektivitas sarana transportasi laut.  Pelaku usaha yakin, galangan kapal di Indonesia ke depan berpotensi seperti menjadi setara dengan galangan di Jepang jika Pemerintah berkenan memberikan kesetaraan kebijakan seperti yang dilakukan Pemerintah Jepang. 

Galangan kapal adalah sebuah tempat yang dirancang untuk memperbaiki dan membuat kapal. Kapal-kapal ini dapat berupa kapal pesiar/yacht, armada militer, cruise line, pesawat barang atau penumpang. Negara-negara dengan kemampuan membangun industri pembuatan kapal besar termasuk Korea Selatan, Jepang, dan Republik Rakyat Tiongkok. Industri pembuatan kapal di Eropa lebih terpecah dibanding dengan di Asia. Dalam negara-negara Eropa ada lebih banyak perusahaan kecil, dibanding dengan pembuat kapal di Asia yang lebih sedikit namun besar. Kebanyakan pembuat kapal di Amerika Serikat dimiliki pribadi, dengan yang terbesar adalah Northrop Grumman sebuah kontraktor pertahanan multi-miliar dolar. Sebuah lokasi galangan kapal besar akan berisi banyak crane, dok kering, slipway, gudang bebas-debu, fasilitas pengecatan dan tempat yang sangat luas untuk fabrikasi kapal-kapal tersebut. Galangan Kapal Juga Dapat Di gunakan Sebagai Proses pembangunan Kapal meliputi desain, pemasangan gading awal, pemasangan plat lambung, instalasi peralatan, pengecekan, test kelayakan, hingga klasifikasai oleh Class yang telah ditunjuk.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan kapal baja dengan teknologi pelat datar cocok untuk memenuhi kebutuhan kapal nelayan di Indonesia. Dia pun mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan menggunakannya untuk memenuhi target program pembuatan 3.500 kapal nelayan. Pembuatan kapal yang terbilang cepat menjadi salah satu alasan Nasir merekomendasikan ini. Menurut dia, dalam satu hari bisa dibuat sepuluh kapal. Bila target kapal nasional hanya 3.500, pembuatan dapat dipenuhi dalam kurun satu tahun andai menggunakan kapal pelat datar. Selain mempermudah pelaku usaha kapal perikanan memperoleh izin kapal, langkah itu untuk mewujudkan perikanan yang bertanggung jawab, kelestarian sumber daya ikan, dan keberlangsungan usaha perikanan tangkap. Industri perkapalan mempunyai peran penting, mengingat karakteristiknya yang padat karya, padat modal dan padat teknologi. Makanya, perlu penanganan dan perhatian yang serius dari pemerintah sehingga mampu tumbuh dan berkembang, Apalagi, pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pembangunan kapal-kapal negara untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi laut di dalam negeri. Momentum ini semestinya dapat dimanfaatkan oleh industri perkapalan nasional sebagai sebuah peluang yang potensial guna meningkatkan kemampuan dan utilisasi khususnya untuk pembangunan armada baru.

Sedangkan untuk proses perbaikan / pemeliharaan bisanya meliputi perbaikan konstruksi lambung, perbaikan propeller sterntube, perawatan main engine dan peralatan lainnya. Setelah tidak layak digunakan, kapal tersebut akan melakukan perjalanan terakhir ke galangan penghancuran kapal, seringkali di sebuah pantai di Asia Selatan. Dahulu pemecahan kapal dilaksanakan di dok kering di negara maju, tetapi gaji tinggi dan peraturan lingkungan telah mengakibatkan pergerakan industri ini ke wilayah yang sedang berkembang.  – Perusahaan galangan kapal PT Industri Kapal Indonesia (IKI) merilis kapal kontainer pesanan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), KM Kendhaga Nusantara 11. Nilai kontrak pembangunan kapal tersebut mencapai Rp 113,34 miliar. Kapal ini akan digunakan sebagai layanan angkutan Tol Laut. Kementerian Perindustrian memacu pertumbuhan industri komponen perkapalan demi mewujudkan kemandirian bangsa dalam pengembangan sektor kemaritiman. 

Scroll to Top